Breaking News

10 Tanda Kekurangan Gizi


10 Tanda Kekurangan Gizi - Tahukah Anda, bahwa hingga saat ini kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya asupan gizi atau pentingya nutrisi seimbang masih terbilang rendah? Padahal asupan nutrisi atau gizi yang tidak seimbang ternyata dapat mempengaruhi kesehatan dan sebagai energi tubuh dalam beraktivitas sehari-hari. Terutama pada anak-anak, yang pertumbuhannya hingga dewasa sangat dipengaruhi oleh asupan gizinya saat masih anak-anak.
Oleh sebab itu, sebaiknya Anda perlu untuk memperhatikan kondisi tubuh sendiri dan pertumbuhan anak-anak agar tidak kekurangan gizi dengan memperhatikan asupan nutrisi seimbang setiap hari. Pada umumnya gejala kekurangan gizi pada dewasa dapat dikenali dengan ciri-ciri di bawah ini :

Tanda - Tanda Kekurangan Gizi
Berikut ini adalah 10 tanda kekurangan gizi :

1. Penurunan Berat Badan
Gejala yang paling umum adalah penurunan berat badan. Seseorang yang telah kehilangan lebih dari 10% dari berat badan mereka dalam tiga bulan, dan tidak sedang diet bisa terjadi karena kekurangan gizi. Bisa dilihat dalam pengukuran Body Mass Index atau BMI, yang dihitung dengan cara berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter kemudian dikuadratkan. BMI yang normal terletak antara 18,5 – 24.9. Seseorang dengan BMI kurang dari 16 bisa mengalami kekurangan gizi (underweight).

2. Kelemahan otot dan kelelahan.
Karena asupan nutrisi yang tidak seimbang maka akan membuat seseorang kehilangan energi dan tidak memiliki cadangan makanan. Sehingga akan menyebabkan kelemahan otot dan mudah lelah.

3. Mudahnya terkena infeksi.
Karena salah satu sumber imunitas adalah melalui vitamin dan mineral yang bisa didapatkan dari makanan yang kita makan, maka orang yang memilki gizi kurang otomatis daya tubuhnya lemah sehingga mudah terserang infeksi dan penyakit menular lainnya.

4. Penyembuhan luka bahkan luka kecil yang lama.
Masih berkaitan dengan imunitas yang dipengaruhi oleh gizi seimbang. Seseorang yang mengalami gizi buruk otomatis saat memiliki luka akan sulit sembuh atau dapat berakibat infeksi pada luka.

5. Kulit dan rambut menjadi kering, kuku menjadi rapuh.
Jika Anda mengidentifikasi anak Anda kukunya mudah rapuh dan rambutnya tipis seperti rambut jagung sebaiknya segera perisakan ke ahli gizi untuk mengecek apakah anak Anda mengalami malnutrisi.

6. Diare berkepanjangan atau sembelit berkepanjangan.
Orang yang mengalami malnutrisi akan mudah diare karena penularan bakteri sangat cepat dibading tubuh seseorang yang bergizi baik,

7. Haid tidak teratur.
Bagi seorang wanita yang menderita malnutrisi akan mengalami siklus haid yang tidak teratur dan mengalami anemia utamanya saat haid, sehingga tubuh lemas dan wajah akan pucat.

8. Depresi
Depresi umum dalam gizi buruk bisa menjadi penyebab maupun akibat dari kekurangan gizi.

9. Pucat
Nah bagi seseorang yang tidak dapat memenuhi gizi seimbang mereka akan memiliki Hb atau kadar zat besi pada darah rendah sehingga akan rentan terkena anemia dan wajah akan pucat.

10. Bibir Pecah dan Sariawan
Orang yang mengalami sariawan dan bibir pecah adalah tanda bahw mereka mengalami kekurangan vitamin C akibat kurang gizi.
Ada dua jenis kekurangan energi protein, yaitu marasmus dan kwashiorkor. Kedua bentuk kekurangan gizi ini sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Yang perlu diperhatikan dalam menjaga asupan gizi adalah waktu makan, jumlah makanan yang dikonsumsi, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Waktu makan yang baik adalah tiga kali makan utama, yaitu  pada pagi, siang, dan malam hari. Kemudian ditambah dengan dua kali makan selingan atau snack, yaitu sekitar jam 10 pagi dan jam 3 sore. Meski demikian, hendaknya membatasi waktu makan malam, yang dapat dilihat dari waktu selesai beraktivitas dan waktu tidur. Biasanya batas waktu makan malam individu adalah jam tujuh malam. Jadi sebaiknya tidak makan lagi setelah jam tujuh malam.

Kemudian jumlah makanan atau banyaknya makanan yang dikonsumsi, merupakan porsi makan sesuai dengan kebutuhan kalori dalam tubuh. Banyaknya makanan yang kita konsumsi harusnya seimbang antara jumlah makanan yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Pengukuran yang paling mudah sebagai parameter apakah makanan yang kita konsumsi sudah cukup atau belum untuk tubuh kita adalah berat badan. Berat badan ideal sangat penting dipertahankan agar tubuh tidak rentan terhadap penyakit.

Sedangkan yang ketiga adalah jenis makanan yang kita konsumsi, sebaiknya mempunyai proporsi yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemaknya. Komposisi yang disarankan adalah 55-65% karbohidrat, 10-15% protein, dan 25-35% lemak.

Demikian adalah 10 tanda kekurangan gizi, jadijangan sampai tubuh Anda kekurangan gizi.Denganmengenali gejalanya, atasi sesegera mungkin, dan jangan lupa hubungi ahli gizi jika terdapat gejala tersebut.

No comments